Corak Moderasi Pesantren di Indonesia: Studi Terhadap Persepsi dan Respon Kyai, Guru dan Santri

Penulis

  • Andy Hadiyanto Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Yusuf Hanafi Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Rudy Muhamad Barnannsyah Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Cendra Samitri Universitas Negeri Jakarta
  • Siti Maria Ulfah Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21009/hayula.006.01.05

Kata Kunci:

corak moderasi, beragama yang tulus, peradaban Islam Indonesia, pesantren moderat

Abstrak

Moderasi beragama sejatinya adalah upaya untuk mengembalikan pemahaman dan implementasi ajaran agama yang tulus, ramah, dan berorientaasi pada peningkatan kualitas kehidupan dan kemanusiaan. Penginsafan tentang moderasi beragama diharapkan semakin memperkokoh peran agama sebagai spirit peradaban. Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan tertua di Indonesia, sejak awal telah berperan dalam menciptakan peradaban Islam Indonesia dengan karakteristiknya yang terbuka, toleran, dan humanis. Dengan demikian pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sejak lama berperan dalam pengarusutamaan moderasi di Indonesia. Sejalan dengan itu, penelitian ini berusaha menggali lebih dalam mengenai corak moderasi beragama yang terpelihara di lingkungan pesantren berdasarkan persepsi dan peran dari elemen-elemen utama pesantren, seperti kyai, guru, dan santri.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan studi pustaka serta dokumentasi mitra yang dapat dijadikan sebagai sumber data yang valid. Secara teoritis, corak moderasi beragama di pesantren dapat diketahui dari aspek teologis, syariah, politik kenegaraan, dan relasi dengan liyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manifestasi moderasi beragama dalam aspek teologis dimanifestasikan dengan akidah ahlussunnah wal jamaah (aswaja), terkait masalah relasi manusia dan Tuhan, batasan Mu’min Kafir, dan kedudukan akal dan wahyu. Pada Aspek Syariah moderasi beragama Nampak dalam penerimaan mazhab-mazhab fiqih yang mu’tabarah, meskipun tetap mengedepankan mazhab Syafii dan menolak mixing (talfiiq). Dalam aspek politik kenegaraan moderasi beragama kyai, ustaz, dan santri nampak pada penerimaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai dasar Negara, dan penolakan mereka terhadap politisasi agama. Adapun terkait dengan relasi dengan liyan sikap moderasi eksponen pesantren terlihat dari penerimaan mereka terhadap konsep toleransi sebagai keterbukaan terhadap perbedaan ekpresi beragama dan kesiapan untuk berbaur tanpa harus saling menegasikan dan kehilangan jatidiri.

Referensi

Departemen Agama Repupllik Indonesia. (2003). Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Pertumbuhan dan Perkembangannya. Jakarta: DEPAG RI.
Abdullah, M. (2019). Mengurai Model Pendidikan Pesantren Berbasis Moderasi Agama: dari Klasik ke Modern. Prosiding Nasional: Bargaining Pesantren di Era Revolusi Indsutri 4.0 Vol. 2 . Kediri: Pascasarjana IAIN Kediri.
(1995). The Encyclopedia of Religion. In M. Eliade. New York: Simon dan Schuster.
Effendi, M. R. (2020). Mitigasi Intoleransi dan Radikalisme Beragama di Pondok Pesantren Melalui Pendekatan Pembelajaran Inklusif. Paedagogie, I (I), 55–74.
Fauzi, A. (2018). Moderasi Islam, untuk Kemanusiaan dan Peradaban. Jurnal Islam Nusantara Vol. 02 No.02, 234.
Laili, K. (2018). Metode Pengajaran Pesantren dan Perkembangannya. Al-Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 70.
Miswari, Z. (2007). Al-Quran Kitab Toleransi: Inklusivisme, Pluralisme, dan Multikulturalisme. Jakarta: Fitrah.
Munir, A. (2020). Pendidikan Moderasi Beragama dalam Kurikulum Pesantren. Bengkulu: Penerbit CV. Zigie Utama.
Nasution, H. (1986). Teologi Islam: Aliran-Aliran, Sejarah dan Analisa Perbandingan. Jakarta: UI Press.
Nursyam, R., & Fadhil, A. (2018). Jalan Menuju Tuhan: Revitalisasi dan Interpretasi Makna atas Penciptaan Karya Tari Shirath Nan Tersirat. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 2(1), 81-102.
Qustulani, M. (2019). Hakikat dan Konsep Moderasi Beragama. In M. Qustulani, Moderasi Beragama: Jihad Ulama Menyelamatkan Umat dan Negeri dari Bahaya Hoax (p. 21). Tangerang: PSP Nusantara Press.
Ronny Mahmuddin, S. (2020). Qadariyah, Jabariyah Dan Ahlussunnah (Studi Komparatif Merespon Kebijakan Pemerintah Dan Fatwamui Dalammencegah Penularan Covid-19). BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 1, No. 2, 2.
Sjadzali, M. (2003). Islam dan Tata Negara Ajaran, Sejarah, dan Pemikiran. Depok: UI Press.
Yasid, A. (2010). Membangun Islam Tengah. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Diterbitkan

2022-01-25

Cara Mengutip

Hadiyanto, A. ., Hanafi, Y. ., Barnannsyah, R. M., Samitri, C., & Ulfah, S. M. (2022). Corak Moderasi Pesantren di Indonesia: Studi Terhadap Persepsi dan Respon Kyai, Guru dan Santri. Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-Disiplin, 6(1), 81–100. https://doi.org/10.21009/hayula.006.01.05

Artikel Serupa

<< < 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.